Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2022

GAIRAH SANG CASANOVA BAB 183. SPECIAL MOMENT

Gambar
GAIRAH SANG CASANOVA BAB 183. SPECIAL MOMENT Waktu berlalu begitu cepat, perputarannya tak terasa hingga tiba-tiba Ken dan Zoya sudah benar-benar akan menjadi orang tua bagi kelima bayinya. Usia kandungan Zoya sudah masuk 8 bulan, perut wanita itu terlihat jauh lebih besar dari kebanyakan wanita hamil, karena jumlah anak yang ada di dalam rahimnya. Dan hal tersebut membuat Ken terkadang merasa tak tega, apalagi Zoya kerap mengeluh ini itu. Pria itu tak lagi mengizinkan Zoya untuk pergi ke mana-mana, dia khawatir istrinya akan kenapa-kenapa. Ken juga sudah memperkerjakan lima baby sitter sekaligus, karena masing-masing akan mengasuh satu bayi, dia akan memberikan pelayanan terbaik untuk anak-anaknya, tetapi meski begitu, Ken akan selalu siap sedia menjadi ayah yang siaga untuk mereka. Harusnya Zoya yang lebih cemas dengan kelahiran anak mereka. Harusnya Zoya yang merasa was-was, takut terjadi sesuatu kepadanya, atau bahkan pada kelima anaknya saat persalinan nanti. Akan tetapi di sini j...

GAIRAH SANG CASANOVA BAB 182. JAMBU KRISTAL 2

Gambar
GAIRAH SANG CASANOVA BAB 182. JAMBU KRISTAL 2 Selang satu jam lamanya, Ron dan Ken belum juga menemukan buah yang dimaksud oleh istri mereka. Kepala Ken sudah terasa berdenyut, dengan mata yang kembali berat. “Ron, ke mana lagi ini? Sudah satu jam kita berputar-putar, kenapa tidak ketemu juga? Mereka niat jualan tidak sih?” gerutu Ken yang sudah merasa jengah. Dia memijat pelipisnya, tetapi sepasang mata itu tetap melihat ke jalanan. Masih berharap dapat menemukan buah tersebut. Kalau tidak, bisa-bisa sampai rumah dia kembali dilabrak oleh istrinya. Atau diancam tidur di luar, ya yang pasti masalah tidak akan selesai-selesai. “Saya juga tidak tahu, Tuan? Apa kita akan berputar-putar terus sampai pagi?” jawab Ron yang hampir saja ikut menyerah, matanya sudah sayu dengan wajah yang tak tergambar jelas. “Pokoknya jangan pulang, sebelum kita menemukannya!” cetus Ken tanpa menoleh ke arah Ron. Untung saja Siska juga sedang menginginkannya, kalau tidak Ron pasti sudah ogah-ogahan diajak berp...

GAIRAH SANG CASANOVA BAB 181. JAMBU KRISTAL 1

Gambar
GAIRAH SANG CASANOVA BAB 181. JAMBU KRISTAL 1 Sudah seminggu Ron makan dengan menu tauge, meski dibuat dengan beraneka ragam masakan tetap saja rasanya sama, sama-sama tauge! Pria tampan itu hanya bisa merutuk dalam hati, tak sedikitpun membantah keinginan istrinya, baru mangap sedikit, Siska langsung berkaca-kaca, bagaimana dia bisa menolak kalau begitu ceritanya. Dan entah siksaan apalagi yang dia dapat, hingga tengah malam dia harus bangun, dengan kantuk yang masih melanda. Ron hanya bisa mengeratkan gigi geraham dan berusaha tersenyum saat sang istri merengek minta dibelikan jambu kristal. “Sayang, malam-malam mana ada yang jual jambu kristal,” ucap Ron, membujuk ibu hamil itu agar tidak meminta yang aneh-aneh. “Kan belum dicari, Kak. Kamu usaha dong, jangan buatnya doang yang semangat,” ujar Siska yang masih kekeuh dengan keinginannya. Dia melipat tangan di depan dada dengan wajah tertekuk, karena Ron belum mau menyetujui permintaannya. “Bisa tidak ngidamnya ditunda dulu, minimal ...

GAIRAH SANG CASANOVA BAB 180. RESEP RAHASIA

Gambar
GAIRAH SANG CASANOVA BAB 180. RESEP RAHASIA Di saat para suami sedang melakukan meeting, Zoya dan Siska menunggu di dalam ruangan, mereka duduk santai di sofa, sambil menikmati salad buah yang Siska bawa. “Wah, Kak, ini rasanya enak sekali,” puji Zoya sambil terus mengunyah, menikmati salad tersebut, dia juga mengelus perutnya. “Kalian suka yah? Nanti kita minta Daddy buatkan, oke?” Sambung Zoya sambil terkekeh, mengajak anak-anaknya bicara. Mendengar pujian Zoya, Siska tersipu. Dia juga ikut terkekeh merasa lucu dengan tingkah Zoya. “Terima kasih, Nona, atas pujiannya. Oh iya, aku dengar-dengar kamu hamil anak kembar yah?” Zoya mengangkat wajah lalu dengan cepat mengangguk, membenarkan pertanyaan Siska. “Kembar lima.” Ujarnya yang langsung membuat Siska shock, wanita yang lebih tua lima tahun dari Zoya itu membulatkan matanya dengan sempurna. “Lima, Nona? Kamu tidak bercanda? Anak kalian lima?” tanya Siska memastikan bahwa dia tidak salah dengar. Dan lagi-lagi Zoya mengangguk. “Iya, l...

GAIRAH SANG CASANOVA BAB 179. JULUKAN PAPI CASKA

Gambar
GAIRAH SANG CASANOVA BAB 179. JULUKAN PAPI CASKA Setelah makan siang bersama, Zoya kembali mengekor pada suaminya. Alasan tidak mau jauh-jauh dari pria tampan itu, membuat Ken tidak bisa menolak keinginan Zoya. Mereka bertiga kembali ke perusahaan, dengan keadaan perut kenyang. “Sayang, kamu benar-benar ingin menungguku sampai pulang?” tanya Ken saat mereka masih berada dalam perjalanan, dia tidak mau membuat istrinya kelelahan. Apalagi sekarang ada ke lima anak mereka di dalam perut ibu hamil itu. Zoya mengangguk. “Iya, Hubby. Anak-anakmu tidak mau diajak pulang, dia ingin melihat Daddy-nya bekerja.” Jawab Zoya sambil memainkan jari jemarinya di dada Ken, membuat pria tampan itu langsung menghentikan gerakan tangan Zoya. “Baby, jangan menggodaku di sini. Kamu tahu sendiri bagaimana aku,” ucap Ken mengingatkan Zoya, tetapi ibu hamil satu ini tidak mau dengar, dia menepis tangan Ken, dan satu tangannya masuk disela-sela kemeja Ken. Zoya menggoda Ken dengan sentuhannya. Membuat gerakan m...

GAIRAH SANG CASANOVA BAB 178. PYTHON #35

Gambar
GAIRAH SANG CASANOVA BAB 178. PYTHON #35 “Selamat, anak kalian ada lima dan rupa-rupa jenisnya,” ucap dokter Susan dengan diiringi candaan, agar suasana tidak terlalu tegang. Ken dan Zoya kembali saling pandang, mereka tidak salah dengar? Anak mereka ada lima? Itu artinya ucapan Ken benar-benar menjadi nyata? Bahkan mereka berdua diberi bonus tambahan, karena pada kenyataannya Zoya berbadan enam sekarang. “Dok, anda tidak sedang bercanda, 'kan?” tanya Ken memastikan, dia menatap dengan mimik wajah sungguh-sungguh. Dan dokter Susan mengangguk sambil mengulum senyum, membenarkan pertanyaan calon ayah itu. “Benar, Tuan. Selamat yah.” Mendengar itu, rasanya Ken ingin bersorak-sorai di depan wajah Ron sambil membawa bendera berlogo python besar miliknya, memberitahu pria itu bahwa bisanya jauh lebih mematikan. Karena sekali sembur Zoya langsung melendung. Eh ralat! Berkali-kali, bukan sekali! Akan tetapi tetap saja, dia harus pamer pada asistennya. Karena jumlah anaknya dengan Zoya jauh...

GAIRAH SANG CASANOVA BAB 177. PYTHON #34

Gambar
GAIRAH SANG CASANOVA BAB 177. PYTHON #34 Suara isak tangis yang keluar dari mulut Zoya berganti dengan lenguhan yang terdengar begitu merdu di telinga Ken. Rasanya seperti sudah lama sekali dia tidak merasakan kenikmatan ini, hingga Ken mendesaah dengan begitu hebat seiring hentakan yang dia buat. Pelan tapi pasti, itulah ilmu yang tengah Ken pelajari. Dia tidak ingin menyakiti anak dan istrinya, hingga dia menggerakkan pinggulnya dengan penuh kelembutan. “Baby, apa ini nyaman?” tanya Ken disela-sela kegiatan panas mereka yang membara, fajar sudah hampir menyingsing, tetapi hal itu sama sekali tak menyurutkan api gairah yang tengah berkobar hebat di dada mereka berdua. Zoya hanya bisa mengangguk, rasa yang Ken berikan tidak pernah berubah sedikitpun. Selamanya terasa begitu menyenangkan sekaligus menegangkan. Wanita itu membusungkan dada, menarik kepala Ken agar pria itu mau menggigit dan menyesap dua bongkahan yang sedang mengembang pesat. Besar dan nyaris tumpah dari penyanggahnya. “...

GAIRAH SANG CASANOVA BAB 176. PYTHON #33

Gambar
GAIRAH SANG CASANOVA BAB 176. PYTHON #33 Pria tampan itu belum mau beranjak dari tempatnya berdiri. Padahal ada banyak kamar di mansion ini, tetapi entah kenapa sedikitpun Ken tidak ingin meninggalkan kamar yang biasa dia tempati dengan sang istri. Mengisyaratkan bahwa dia tidak akan bisa tidur dengan tenang, jika dia tidak memeluk tubuh ibu hamil itu. Ken akhirnya menghamparkan selimut tepat di depan pintu, mencoba untuk mengistirahatkan tubuhnya. Siapa tahu tiba-tiba Zoya berubah pikiran dan membiarkan dia masuk. Ken mulai memejamkan matanya, untuk beberapa saat tidak ada suara apapun. Semuanya terasa hening. Namun, tiba-tiba terdengar sebuah isak tangis yang membuat Ken terhenyak. Dia langsung membuka kedua matanya dan menatap ke daun pintu, sepertinya suara isak tangis itu berasal dari dalam. Apa benar kini Zoya sedang menangis? Ken bangkit dan mencoba mengetuk pintu pelan-pelan. Tok Tok Tok … “Sayang…,” panggilnya dengan lembut, tetapi bukannya mendapat jawaban. Suara tangis itu j...